Jika kamu tak tentram dengan angan-angan, sikap realistis menyediakanmu untuk bahagia

Arsip Bulanan: Desember 2010

(Belajar dari budayawan desa K.H Ahmad Muhamad Tegalrejo Magelang) Kebudayaan tumbuh-berkembang ditentukan oleh gerak dua hal utama, yakni corak produksi ekonomi dan aktor yang bermain di wilayahnya. Pada masyarakat yang masih kuat corak komunalismenya, kumpulan individu (pelaku budaya) itu geraknya tidak lepas dari peran dominan pemimpin yang menggerakkan, memotivasi dan memiliki inisiatif bergerak kreatif. Tulisan [...]


Membaca judul itu, sejenak jari saya berhenti untuk memberikan kesempatan impuls pada otak saya untuk bekerja. Kira-kira setengah menit kemudian, pikiran saya menerawang ke masa silam, saat dulu (kira-kira pada usia 16 tahunan) saya sering punya keinginan kuat bisa menulis panjang dan mengungkapkan banyak uneg-uneg (bukan ide, gagasan, atau pemikiran. Maklum karena tujuan menulis kala itu [...]


Suatu malam di hari ketiga Idul Fitri 2010. Tepat magrib saya datang untuk bertemu Ibu dari Alm Bapak asuh saya, Kiai Abduljabar Aly. Lebih 9 tahun saya tidak memasuki rumahnya. Situasi tidak banyak berubah. Tetapi yang sangat berubah adalah karena saya tidak bisa bertemu dengan K.H Abdul Jabar Aly (alm), orangtua asuh yang  sangat berjasa


ADA elemen yang sama dan ada elemen berbeda dalam ajaran adalah sesuatu yang sifatnya masuk akal. Rasionalitasnya bersandar pada fakta sosiologis-antropologis yang secara natural (sunnatullah) selalu menyajikan fakta; tidak ada gagasan, pemikiran, ideologi atau ajaran yang bisa diterapkan secara mutlak. Sesungguhnya


Akhirnya kesempatan pergi dari kampung halaman pun terpenuhi. Niatnya  sekolah di pesantren Pabelan, yang pengelola pesantren itu masih kerabat dekat dengan Bapaknya. Tetapi karena bapaknya tidak mengijinkan sekolah, ia terpaksa harus masuk pesantren tradisional. Mula-mula masuk pesantren Diponegoro, Tegalrejo Magelang. Tetapi hanya sebulan karena tidak kerasan. Terlalu ramai dan tidak nyaman untuk membaca. Lalu pindah [...]


-Sebuah catatan perjalanan Semarang-Rembang waktu lalu. Bus yang ditumpangi sudah masuk kota Demak. Tak lama lagi ia akan melewati kota bersejarah yang sangat luas dikenal orang sebagai bekas kerajaan Islam pertama di tanah Jawa. Saat bus yang yang ditumpanginya melewati alun-alun Kabupaten Demak, tak henti-hentinya matanya melotot bangunan masjid itu. Dulu ia sering diajak Bapaknya [...]


-Sebuah tafsir Setiap kali menjalani perjalanan jauh, entah naik bus, mobil pribadi, kereta api atau pesawat terbang kita selalu mendapatkan situasi lain, yang khas. Dan situasi itu biasanya terjadi manakala kita melakukan perjalanan sendiri. Saat-saat perjalanan seperti itulah sebenarnya momen-momen kecerdasan seseorang tumbuh berkembang, disemai oleh kenyataan alam yang cepat berubah. Alam yang


Bagaimanapun juga kenyataan yang sulit berubah dari pasar buku,-yang di dalamnya terkait masalah rendahnya minat baca masyarakat dan juga daya beli,-ini menjadikan banyak penulis di Indonesia dirundung awan gelap pesimisme, terutama jika itu menyangkut soal penghasilan.


Ada sedikit perlu diulas dari realitas pasar buku di Indonesia. Pada saat saya menulis, kebetulan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Barat mengadakan halal bil halal sederhana di Hotel Horison Kota Bandung. Acara bertajuk “Prospek


Apakah Anda masih berpikir jenis sastra jenis fiksi seperti novel, cerpen, cerita bersambung atau puisi adalah karya yang tidak menarik dan tidak penting? Itu adalah hak masing-masing. Namun sebagai penulis kita harus menyadari, bagaimanapun bidang yang kita tulis; ilmiah atau fiksi, tetaplah membutuhkan nilai sastra. Mengapa? Karena dunia tulis-menulis tidak terpisah dari bahasa, dan karena [...]