resensi buku

Resensi di teraspolitik.com

Posted on Updated on

Menulis dengan Pola Genius

http://www.teraspolitik.com/Jumat, 24/02/2012 11:27 WIB/ Jakarta, Teraspolitik – Menjadi penulis itu dambaan banyak orang. Tetapi hanya sebagian saja yang sukses sesuai harapannya. Karena terasa sulit meraih sukses itulah banyak keprihatinan di kalangan para penulis senior dengan memberikan tawaran berupa tips, kiat atau panduan menulis. Tak cukup sampai di situ, sekarang juga semakin marak kursus atau workshop penulisan. Semua dilakukan untuk menuntut jalan dengan apa yang disebut orang sebagai proses kreatif. Baca entri selengkapnya »

Pembaruan Menulis dan Mental Hidup

Posted on Updated on

Ada banyak jenis buku, tetapi sulit mencari buku yang memiliki nilai pembaruan. Pada buku panduan penulisan misalnya, beberapa tahun belakangan ini tergolong sangat minim pembaruan. Sejak muncul istilah “Menulis itu Gampang” (Arswendo Atmowiloto) yang telah berusia belasan tahun silam, nyaris jarang buku menarik bidang penulisan yang bermutu. Kalaupun ada, biasanya hanya spesifik pada tema-tema tertentu, misalnya menulis fiksi, menulis artikel media, atau panduan menyusun buku. Baca entri selengkapnya »

Keseimbangan Lahir Batin Bagi Penulis

Posted on Updated on

Minggu, 29 Januari 2012 | 14:48 

Kreatif menulis itu butuh proses. Selain butuh proses waktu, juga butuh keuletan tersendiri. Bekal utamanya ialah ketekunan, kesabaran dan kecerdasan. Tekun artinya kesanggupan untuk terus bekerja mengatasi segala kerumitan, sabar artinya sanggup untuk berproses dalam jangka waktu panjang, dan cerdas artinya harus siap menjadi pembelajar sepanjang hidup. Ketiga hal tersebut bisa ketahui, bisa dipelajari dan bisa diwujudkan selama kita memiliki optimisme untuk berhasil.

Ada banyak cara untuk menjadi manusia pembelajar terkait dengan profesi kita menjadi seorang penulis. Bisa secara otodidak, rajin ikut pelatihan, hobi diskusi dengan para senior, membaca buku karya orang lain, dan belajar hidup dan kehidupan dari para penulis senior. Nah, hadirnya buku “Genius Menulis” ini bisa dikoleksi sebagai bagian dari pemenuhan hajat belajar tersebut. Buku ini bukanlah kitab pedoman yang lengkap, apalagi baku, melainkan salah satu pelengkap saja dari sekian buku yang telah ada dan akan ada selanjutnya. Baca entri selengkapnya »

Ketika Ajip “Melukis” Affandi

Posted on Updated on

Judul Buku: 100 Tahun AFFANDI/Penulis: Ajip Rosidi/Penerbit: Nuansa Cendekia Bandung I April 2008/Tebal: 144 Halaman/

Affandi; sebuah nama yang mudah diingat, dikenal dan dikenang. Mendengar nama Affandi, pasti pikiran kita akan langsung tertambat pada seorang pelukis besar yang dimiliki bangsa ini,- bukan Kang Pandi, mas Fandi atau Afandi yang lain. Nama besar Affandi bukan hanya dikalangan pecinta lukis, melainkan dikenal hingga kalangan awam sekalipun. Namun, apakah dengan begitu sosok kehidupan Affandi sudah dikenal seluruhnya? Baca entri selengkapnya »

Masa Lalu Fasisme Hindia Belanda

Posted on Updated on

Judul Buku: Orang dan Partai Nazi di Indonesia/(kaum pergerakan menyambut fasisme)/Penulis: Wilson. Pengantar: Hilmar Farid/Penerbit: Komunitas Bambu, Jakarta, Mei 2008/Tebal: xviii+ 210 halaman

Dalam khazanah ekonomi-politik marxian, kita mengenal istilah struktur dan suprastruktur untuk melihat kondisi sebuah masyarakat. Istilah struktur ( corak dan hubungan produksi ekonomi) dijadikan pijakan dasar untuk melihat perkembangan suprastruktur; ideologi, politik, sosial, agama, seni dan kebudayaan. Pendek kata, maju-mundurnya sebuah masyarakat pun bisa dilihat dalam konteks hubungan corak produksi yang berkembang. Baca entri selengkapnya »

Kelayaban Menafsir Budaya Orang

Posted on Updated on

Judul Buku: Menyusuri Lorong-Lorong Dunia (Jilid 2)/ Penulis: Sigit Susanto/Penerbit: Insist Press,  I Maret 2008/Tebal: xvi+ 478 Hlm.

Mengenal budaya orang adalah salah satu cara yang baik untuk mengenal budaya sendiri. Pluralitas sebanyak kenyataan dunia menyadarkan orang pada kesadaraan tertentu; beragam nilai dan norma hampir dipastikan tidak lagi menempati posisi dalam konteks hirarki; karena masing-masing memiliki latar belakang tersendiri. Baca entri selengkapnya »

Jalan Kemurnian Menemukan Objektivitas Hukum

Posted on Updated on

Judul: Teori Hukum Murni/Judul asli: Pure Theory of Law/Penulis: Hans Kelsen/Penerjemah: Raisul Muattaqien/Penerbit: Nuansa Cendekia & Nusa Media (anggota IKAPI) Bandung/Cetakan: 2008/Tebal: IX + 408 halaman

Sebagaimana lazimnya cabang ilmu pengetahuan, hukum bisa dilihat secara terpisah dari ilmu sosiologi, sejarah atau ekonomi. Tapi apa jadinya jika terpisah dari keadilan? Baca entri selengkapnya »

Ekonomi-Politik dan Marginalisasi Dunia Ketiga

Posted on Updated on

Judul: Ekonomi Politik Internasional (peran domestik hingga ancaman globalisasi)/Penulis: T. May Rudy, S.H, M.I.R., M.Sc./ Editor: Agus Salim/Penerbit: Nuansa Cendekia Bandung (Anggota IKAPI)/Cetakan: I, 2008/Tebal: 185 halaman.

Akhir-akhir ini, eksistensi ilmu pengetahuan sedang mendapat tantangan serius di masyarakat. Kompleksitas masalah yang dihadapi umat manusia, berikut kecepatan derap globalisasi mengakibatkan berbagai paradigma ilmu pengetahuan cepat usang. Baca entri selengkapnya »

Amal Madinah dan “Kelainan Zaim”

Posted on Updated on

Judul Buku: Ilusi Demokrasi; kritik dan otokritik Islam/ Penulis: Zaim Saidi/Penerbit: Republika Jakarta 2007/Tebal: xxxiv + 291 halaman/Harga: 43.000

Kapitalisme adalah biangkerok ketidakadilan! Ini bukan suatu slogan haram. Selain kaum sosialis, beberapa organisasi keagamaan di Indonesia seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Muslimin Indonesia (MMI) dan partai politik Islam seperti Partai Keadilan Sosial adalah kelompok penentang kapitalisme. Baca entri selengkapnya »

Cerita Bangsa dibalik Kontra-Revolusi

Posted on Updated on

Judul Buku: Bangsa yang Belum selesai/Penulis: Max Lane/Penerjemah: Daniel Indrakusuma/Penyunting: Nurul Agustina/Penerbit: Reform Institute Jakarta/Cetakan: edisi pertama, Mei 2007/Tebal: xxviii + 339 halaman.

Bangsa dan Revolusi adalah dua sisi mata uang. Tapi keberhasilan revolusi fisik melawan kolonialisme tidak menjamin suatu bangsa lepas dari jajahan begitu saja. Tanpa tiga kesadaran revolusi, yakni, partisipasi politik, kemandirian ekonomi dan karakter budaya nasional, tidak mustahil sebuah bangsa akan dijajah oleh kolonial pribumi. Baca entri selengkapnya »

CEO dan Modal Emosional

Posted on Updated on

Modal Emosional CEO

  • Judul Buku: Manajemen dengan Kecerdasan Emosional
  • Pengarang: Dr. Henry R.Meyer (Penerjemah: Munir)
  • Penerbit: Nuansa Books, Bandung 2007
  • Jumlah halaman: 168
  • Penulis Resensi: Faiz Manshur

Globalisasi menuntut perubahan dalam hampir segala hal, termasuk karakter kepemimpinan. Generasi baru CEO pun semakin sadar, sukses perusahaan sangat bergantung pada rasionalitas kepemimpinan. Artinya, seorang CEO tidak hanya butuh kecerdasan rasional instrumentalis seperti mengatur birokrasi secara efektif, melainkan juga harus memiliki modal kecerdasan emosional. Baca entri selengkapnya »

Jalan Baru Pendidikan tanpa Sekolah

Posted on Updated on

Judul Buku: Belajar tanpa Sekolah, Judul Asli: The Unschooling Handbook: How to Use Whole World As Your Child’s Classroom (1998). Penulis: Mary Graffith Penerjemah: Mutia Dharma Penerbit: Nuansa Cendekia Bandung Cetakan: I, 2007. Tebal: 240 halaman

cover_belajar_tnpa_sekolah.gif

Di Indonesia, tahun 2006 ada 6 juta lebih anak usia 7-15 tahun yang putus sekolah. Ada lebih 14 juta orang buta huruf. Berulang kali pemerintah dikritik. Berulang kali gerakan sekolah digalakkan. Namun, selama jalan yang ditempuh sekadar membangun sekolah baru, selama itu pula ketertinggalan tidak akan teratasi secara mendasar. Harus ada terobosan baru. Baca entri selengkapnya »

Negeri Asing dalam Catatan Pengelana Indonesia

Posted on Updated on

Catatan mengenai perjalanan seseorang biasanya bersifat personal dan tak menarik dibaca orang lain. Apakah sebuah perjalanan jauh seseorang memang bukan sesuatu yang menarik? Sampai saat ini buku-buku tentang kisah perjalanan wisata tergolong sedikit, itu pun tidak didukung penulisan bermutu. Baca entri selengkapnya »

Kualitas Karya adalah Tujuan Utama

Posted on

Judul: Meracik Buku Menjadi Bestseller

Penulis: Agung Prihantoro

Editor: Mathori Al-Elwa & Agus Salim

Penerbit: Nuansa Cendekia (anggota IKAPI) Bandung

Edisi: 1, 2007

Tebal; 150 halaman

Si pengarang punya peluang untuk menekuni sesuatu yang menyenangkan, menarik, dan membesarkan hati, yang nantinya hanya akan ditawarkan kepada seorang pembaca personal. Sungguh sial baginya bila tidak ada orang yang dibuatnya senang….(Robert Louis Stevenson) Baca entri selengkapnya »

Catatan Aktivis dari LP Cipinang

Posted on

Catatan Aktivis dari LP Cipinang

 

Buku ini adalah buah catatan pribadi Wilson, seorang aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang dipenjara di LP Cipinang bersama aktivis gerakan pro-demokrasi angkatan 1990-an. Karya ini menunjukkan kepada kita bahwa pemenjaraan adalah sebuah realitas normal dalam kekuasaan politik otoriter. Bagi Wilson dan para aktivis lainnya, pemenjaraan adalah konsekuensi politis yang secara sadar dianggap sebagai yang harus diambil dalam memperjuangkan keadilan sosial bagi rakyat kecil. Baca entri selengkapnya »

Melacak Jejak Gereja di Timur Tengah

Posted on Updated on


Judul Buku :Arab dan Kristen:

(Gereja-gereja Kristen di Timur-Tengah Penulis: Anton Wessels)

Judul Asli : Arabier en Crhisten: Christelijke kerken in het Midden-Oosten.

Penerjemah : Ny Tati S.L Tobing-Kartohadiprojo

Penerbit: PT BPK Gunung Nulia (anggota IKAPI)

Tebal: xxii+234 halaman

Secara definitif gereja pada mulanya adalah tempat peribadatan umat beragama Nasrani. Dalam prakteknya gereja mempunyai prinsip yang hakiki sebagai sarana “persekutuan orang-orang yang dipanggil untuk dijadikan milik Tuhan”. Definisi ini diambil dari kata Yunani ekklesia (ek-kaleo, memanggil keluar) dan kuriake atau kuriakon (milik kurios yaitu Tuhan). Dari sisi ini gereja ingin mewujudkan persekutuan antar sesama pemeluk agama demi melaksanakan tugas panggilan, kesaksian (baiat), dan pelayanan. Baca entri selengkapnya »

Neo Liberalisme di Negeri Cina

Posted on Updated on

Judul Buku : Belajar Dari Cina
( Bagaimana Cina merebut peluang dalam era globalisasi)
Penulis: I Wibowo
Editor : P. Cahanar
Penerbit: Penerbit Buku Kompas, Jakarta
Edisi: Cetakan Pertama Januari 2004
Tebal: 238+viii
Harga: Rp 36.000

Setiap kali pembicaraan mengenai Cina berlangsung, kerapkali pembicaraan itu mengarah pada isu komunisme yang selama sekian abad telah menjadi hantu menakutkan bagi kapitalisme. Tapi kini, hantu itu sudah pergi entah ke mana. Komunisme di Cina kini bisa dikatakan tinggal simbol yang tidak menakutkan lagi. Baca entri selengkapnya »

Islam dan perlindungan Minoritas

Posted on Updated on

 

Judul buku: Fiqh Baru bagi Kaum Minoritas
Judul asli: Nahwa Fiqhin Jadidin lil Aqalliyat (Kairo: Dar al-Salam, 2003)
Penulis: Prof Dr Jamal al-Din Athiyah Muhammad
Penerjemah: Shofiyullah Mz.
Penerbit: Marja (Nuansa Cendekia), Bandung
Cetakan: I, Oktober 2006
Tebal: 240 halaman

Wacana tentang minoritas sampai kini masih terus menarik diperbincangkan, terlebih jika diskursus itu masuk wilayah agama. Mungkin ini disebabkan oleh sensitivitas yang dimiliki para pemeluk agama. Kelompok yang berada dalam mayoritas agama sering kali merasa lebih superior ketimbang minoritas. Sedangkan yang minoritas merasa tertekan oleh dominasi ataupun hegemoni mayoritas. Akibatnya, yang terjadi adalah hubungan tidak nyaman di antara keduanya. Baca entri selengkapnya »

Dari Sunda, Korban G-30-S itu Bicara

Posted on Updated on

cov_tragedi_65.jpgJudul Buku: Tragedi 1965; dari Pulau Buru sampai Ke Mekah
Penulis: H Suparman/ Kata pengantar; Asvi Warman Adam & Acep Zamzam Noor/ Editor: Mathori A-Elwa & Agus Salim/Penerbit: Nuansa Cendekia Bandung (Anggota IKAPI)/Cetakan: edisi Pertama Oktober 2006
Tebal: 343 Halaman

Ada banyak buku sejarah yang mengisahkan tragedi Gerakan 30 September (G-30 S). Kebanyakan buku itu berkisah tentang korban di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Sekalipun tragedi G-30-S tersebut berlangsung dalam waktu yang sama, namun masing-masing wilayah memiliki ciri khas (latar belakang) Baca entri selengkapnya »

Rasionalitas Puasa untuk Orang Modern

Posted on Updated on

Resensi Buku:

Judul Buku: Madrasah Ruhaniah: Berguru pada Ilahi di Bulan Suci
Penulis: Prof Dr Jalaluddin Rakhmat MSc
Penerbit: Mizan & Muthahhari Press, Bandung, Cetakan: II 2006
Tebal: 250 Halaman 

Ritual atau ibadah dalam setiap agama lebih menampakkan wajah dogmatis ketimbang rasionalitasnya. Ibadah puasa, misalnya, cenderung terlihat sekadar bagian dari sikap tunduk seorang manusia kepada yang gaib. Bagi seorang rasionalis tulen, hal ini tentu merupakan bagian dari perilaku tiada guna jika tetap dijalankan. Baca entri selengkapnya »

Ragam Kritik Sastra Indonesia

Posted on

Media Indonesia Selasa, 13 September 2005

RESENSI » Buku

Ragam Kritik Sastra Indonesia

Judul Buku: Mozaik Sastra Indonesia

Oleh: Faiz Manshur
MUNGKIN sebagian orang masih punya pendapat, sastra adalah bidang marginal, terkucil dari gegap-gempita kesenian panggung dan televisi sekarang ini. Kita hanya menyaksikan eksistensi sastra pada panggung-panggung mini, atau acara bedah buku, temu penulis dengan pembaca yang pengunjungnya bisa kita hitung dengan jari.Namun, biar begitu adanya, eksistensi sastra bukan tidak berguna. Sastra bercita rasa tinggi, akan sangat penting manfaatnya sebagai kontrol terhadap kesenian (bahkan kebudayaan) hasil produk pasar bebas yang serbainstan, imitatif, pasaran, dan rendah nilai estetiknya. Baca entri selengkapnya »

Efektif Menulis Resensi Buku

Posted on Updated on

Menulis resensi pada dasarnya sama dengan menulis karya ilmiah seperti artikel, opini, feature. Berbagai macam bentuk penulisan bisa diterapkan. Yang sering kita lihat di media massa biasanya berbentuk artikel yang panjangnya kira-kira antara 5000 sampai 8000 karakter. Ada yang juga yang berbentuk ulasan naratif feature karakternya lebih panjang dari ukuran dari 8000 karakter. Baca entri selengkapnya »

Negeri Asing dalam Catatan Pengelana Indonesia

Posted on

Negeri Asing dalam Catatan Pengelana Indonesia

 

Catatan mengenai perjalanan seseorang biasanya bersifat personal dan tak menarik dibaca orang lain. Apakah sebuah perjalanan jauh seseorang memang bukan sesuatu yang menarik? Sampai saat ini buku-buku tentang kisah perjalanan wisata tergolong sedikit, itu pun tidak didukung penulisan bermutu. Demikian pula dalam dunia kesusastraan kontemporer Indonesia. Nyaris tidak ada penulis yang berkarya mengikuti “genre” penulisan ala Karl May atau VS Naipul yang rajin berkelana mengunjungi berbagai tempat jauh dan menuliskan dalam bentuk buku.

  Baca entri selengkapnya »

Dua Kubu dalam Serat Cabolek

Posted on Updated on

Judul Buku : Serat Cabolek (The Book of Cabolek)
Karya Dr. S Soebardi
Penerjemah: Enoch Machmoed
Editor: Mathori A Elwa
Cetakan: 1, September 2004
Penerbit: Nuansa Cendekia Bandung (Anggota IKAPI)
Tebal 202 Halaman
Harga Rp 28.000

Serat Cabolek, yang ditulis oleh Raden Ngabehi Yasadipura I, seorang pujangga keraton Surakarta abad ke-18, merupakan dokumen yang melukiskan ketegangan dalam kehidupan keagamaan orang-orang Jawa yang timbul karena adanya kontak dengan ajaran Islam. Baca entri selengkapnya »

Melihat Modernitas dari Sisi Mentalitas

Posted on Updated on

modernitas1.jpg

 

Judul Buku: Filsafat Modern (Dari Machiavelli sampai Nietzsche). Penulis : Dr F Budi Hardiman. Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

SECARA general, ada dua cara untuk memahami modernitas. Pertama, memakai perangkat analisis sosiologi. Kedua, memakai analisis filsafat itu sendiri. Yang pertama lebih cenderung melihat modernitas sebagai gejala sosial di mana transformasi masyarakat bergerak maju ditentukan oleh determinasi ekonomi. Yang kedua lebih melihat modernitas sebagai bentuk kesadaran/pemikiran manusia. Dengan kata lain, modernitas dipandang dari sisi internal yang menekankan paradigma epistemologi. Baca entri selengkapnya »

Gerakan Radikal PRD

Posted on Updated on

Membaca Radikalisasi PRD

“Dalam sejarah modern kita selamanya Angkatan Muda menjadi motor perubahan ke arah yang lebih maju, kecuali angkatan 66.”
Pramudya Ananta Toer

Kata-kata Pramoedya Ananta Toer tersebut tentu punya bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Melalui buku-buku sejarah, kita akan mendapat dengan istilah ‘angkatan’yang menjadi rujukan untuk menandai kiprah kaum muda. Sebut saja angkatan 1908, angkatan 1928, angkatan 1945, angkatan 66(?) dan angkatan 1990. Saking sentralnya peranan kaum muda, Benedict Anderson (1972) berani mengatakan, bahwa “peranan inti pada awal pecahnya revolusi di beberapa negara, seperti Belanda, Inggris, dan Indonesia diambil bukan oleh para cendekiawan yang terasingkan, bukan juga oleh kelas-kelas tertindas, melainkan oleh kaum muda, atau sebagaimana orang-orang Indonesia menyebutkan mereka, pemuda.” Baca entri selengkapnya »

Tiga Komponen Kritis Hermeneutik

Posted on

Tiga Komponen Kritis Hermeneutik
Oleh Faiz Manshur

Hermeneutik secara luas dikenal sebagai ilmu penafsiran/interpretasi terhadap teks pada khususnya dan penafsiran bahasa pada umumnya. Istilah yang bermula dari bahasa Yunani kuno (hermeneuenin) ini pada zaman sekarang sangat akrab digauli para intelektual. Salah satu alasan penting menerapkan metode hermeneutik ini adalah objek (baca teks/bahasa) tidak memungkinkan diartikan tanpa melalui metode penafsiran. Ketidakmungkinan tersebut selain disebabkan karena situasi bahasa yang berbeda dan terus berubah, juga disebabkan alasan kesulitan para pembaca dalam memahami subtansi makna yang terkandung dalam teks-teks dan bahasa yang dipelajari. Baca entri selengkapnya »