Uang

Standar

 Uang telah menjadi bagian hidup manusia. Kita semua butuh uang untuk memenuhi hajat kehidupan sehari-hari. Tapi agaknya kita sering lupa tentang asal muasalnya. Kapan sebenarnya uang pertama kali hadir dalam kehidupan manusia?Jack Weatherford dalam bukunya “The History of Money” (1997) mengatakan penemuan uang pertamakali di negeri Lidya kawasan Yunani kuno sekitar 1000 tahun sebelum Masehi. Sementara Donald B Calne dalam bukunya “Rationality and Human Behavior” (1999) asal mula uang  sudah ada 6000 tahun lalu. Tapi menurut Donald, mata uang sungguhan yang tertua ditemukan di Turki sekitar 2.700 tahun yang lalu.  Perbedaan pendapat itu sebenarnya tidak mengherankan, mengingat definisi tentang uang itu sendiri hanya alat tukar. Kita tahu, masyarakat Yunani Kuno 6000 tahun yang lalu sudah saling menukar barang di pasar-pasar dengan benda. Bangsa Aztec misalnya, biji kakao yang ada di dalam buah cokelat sebagai alat tukar. Dengan biji itu orang bisa membeli buah-buahan dan sayur-mayur, pakaian, alat pertanian, bahkan bisa membeli perhiasan emas, perak dan lain-lain. Sebenarnya agak sulit menyebut apa itu uang. Sebab, bila suatu benda dan suatu alat bayar bernama sama bisa jadi benda itu disebut uang. Benda kecil seperti manik-manik dan kulit kerang jika digunakan sebagai alat tukar pun bisa disebut uang. Tapi agaknya, kita semua setuju uang yang sungguh-sungguh uang biasa disebut dengan koin dan kertas. Pertama kali uang koin ditemukan penghujung millennium ketiga SM di Mesopotamia. Bentuknya seperti tablet yang terbuat dari lempung kemudian dibentuk koin, bertuliskan huruf paku. Lalu beberapa puluh tahun kemudian mata uang bangsa Mesopotamia berubah memakai koin perak.Melalui fase sejarah yang berliku dalam ribuan tahun, uang berubah dalam bentuk lain. Setelah ada koin perak, perunggu, emas, tembaga lahirlah uang kertas, tentu saja kertas klasik. Pertamakali muncul di Cina. Penemunya Ts’ai Lun yang hidup di negeri kuno sekitar abad kedua Masehi. Lun konon membuat kertas pertama dari kulit kayu pohon murbei yang daunnya sebagai pakan ulat untuk industri sutra Cina.Sejarah yang lain mengatakan, jauh sebelum Lun orang Mesopotamia juga sudah pernah membuat uang kertas. Namun berulangkali gagal karena bahan baku yang dipakai tidak sekuat bahan yang digunakan Lun. Di Cina pada jaman kaisar Tsing 300 tahun  sebelum Lun juga pernah dicoba oleh pegawai kerajaan. Namun kandas sebab bahan bakunya  mudah sobek. Baru setelah tahu bahwa Lun menemukan kulit kayu murbei adalah bahan yang kuat, dan Lun sendiri berhasil membuktikan bahan itu layak menjadi bahanbaku mata uang, akhirnya para birokrat kerajaan Cina memproduksi mata uang kertas pertama di dunia. Uang kertas cukup lama beredar di Cina dan di negeri lain tetap memakai uang koin. Baru setelah Marcopolo singgah ke Cina pada abad ke-13, bangsa lain mengenal uang kertas dan meniru kreasi bangsa Cina itu.            Uang koin maupun uang kertas tetap digunakan sebagai alat transaksi pada berbagai mata uang di seluruh penjuru dunia. Keduanya masuk kategori uang tradisional, sebab kini kita sudah mendapatkan uang dalam bentuk baru, yakni uang elektronik. Uang elektronik banyak bentuknya ketimbang uang koin maupun uang kertas. Kita mengenal istilah uang dalam beberapa jenis, seperti e-cash, e-money, cyber cash, DigiCash, cyberbuck, dan entah berapa banyak lagi. Jack Weatherford mengatakan, “uang elektronik menyerupai bentuk-bentuk uang primitif yang beraneka ragam-kulit kerang cowrie, gigi binatang, dan manik-manik.” Uang elektronik yang kini beredar sebagai alat transaksi melalui pasar maya (internet) menjanjikan perluasan peranan uang dalam masyarakat daripada uang koin dan kertas.             Sejalan dengan modernisasi dan kemajuan teknologi dalam pasar global, fungsi uang tidak lagi sebagai alat tukar semata. Uang juga menjadi bagian dari komoditi yang sangat menjanjikan keuntungan para spekulan valas.            Sudah duapuluh lima abad lebih manusia hidup dengan uang. Selama itu pula kehidupan manusia dipenuhi perebutan uang. Dulu, berbagai mitologi dan sastra Barat meriwayatkan kebahagiaan dan penderitaan manusia dalam proses perolehan dan kehilangan uang dalam jumlah besar. Tapi kisah tinggal kisah, manusia tetap hidup dan butuh uang; dan selama itu pula berbagai tragedi maupun kisah kemanusiaan akan selalu berurusan dengan uang. Nah, cari dan uruslah uang sebaik-baiknya! (Faiz Manshur)

3 thoughts on “Uang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s