Menengok Perubahan Cina dan India

Standar

Judul : Menjadi Raksasa Dunia Penulis : Robyn Meredith Penerbit : Nuansa Cendekia, Bandung Tahun : I, Juni 2010 Tebal : 240 halaman Harga : Rp45.000

Sejarah perubahan dunia tidak melulu bergantung pada kekuasaan politik dan ekonomi negara adidaya. Perubahan di planet Bumi ini bisa saja bukan karena perang atau revolusi, melainkan berjalan merayap, lalu menggurita, untuk kemudian bisa jadi menggulung kekuatan bangsa lain. India dan China adalah sesuatu yang penting disimak atas capaian-capaian revolusioner, khususnya dalam bidang ekonomi. ‘

Apakah karena kedua bangsa itu sudah maju? Jawabnya jelas bukan. Kemajuan sangat relatif. India dan China sampai kini masih didera kemiskinan yang gawat. Tetapi para genius ekonomi dan para diplomat yang peka terhadap sebuah proses justru kedua bangsa ini. Bukan saja karena mereka bergerak secara aneh, bahkan pemerintah India pun mungkin tidak akan pernah menduga bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan bangsanya terkait dengan revolusi komunikasi dalam bidang teknologi, khususnya Internet, telah membuat mereka menjadikan bangsa miskin ini salah satu ikon perubahan dunia. Karena tidak memiliki akar sejarah yang khusus dalam hal ekonomi, kecuali pilar moralitas dan harmoni sosial, kemajuan ekonomi India ini sempat membingungkan banyak pihak. Ini berbeda dengan Cina, misalnya, yang mudah dideteksi melalui sejumlah catatan revolusi di masa lampau.

India memang tidak sesistematis China atau Jepang, juga negara-negara masi, India berhasil meraih terobosan, jalan lain, dan itu cukup menghenyakkan dunia karena kegemilangan prestasi. Tanpa diduga sebelumnya, bidang teknologi informasi justru memainkan peranan yang sangat kuat untuk mengatasi kemiskinan. Lain India, lain China. Kebanyakan orang berpikir apa yang terjadi dalam revolusi ekonomi China adalah langkah industrialisasi dengan pendirian bangunan-bangunan megah, gedung pencakar langit, jalan tol yang memanjang cepat dari kota ke desa. Tetapi ini sesungguhnya hanyalah fenomena luar. Tetapi menurut penulisnya, cara pandang ini akan menyulitkan pemahaman kita hendak ke mana China melangkah lebih jauh manakala tidak melihat perubahan-perubahan gradual dari sejarah sejak era revolusi kebudayaan Mao Zedong.

Apa yang harus ditegaskan ialah bahwa transformasi ekonomi besar itu disebabkan orientasi perubahan dari desa. Dengan meletakkan desa sebagai perubahan inilah wacana sejarah China menjadi penting disimak. Bukan seksdar memahami kegetiran petani yang menjadi korban revolusi, melainkan juga mesti melihat bagimana pilar-pilar revolusi dari desa itu sekarang menjadi sesuatu yang mengubah kekuatan internal China dalam percaturan ekonomi dunia. Dari sekian catatan sejarah, entah itu catatan berdarah maupun catatan unik tentang perubahan struktur ekonomi politik China, buku ini memberikan satu “ruh” sejarah, yakni pembangunan internal ekonomi dan budaya desa pada akhirnya membekali rakyat China untuk konsisten dalam produksi, terutama industri kecil yang bisa diarahkan pada industri makro. (Rubrik Perada Koran Jakarta, 11 November 2010)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s