Kata Mereka Genius Menulis

Standar

Menulis itu pekerjaan individual. Berhasil tidaknya menjadi penulis sangat bergantung pada sang individu. Bahkan sekalipun karya seorang penulis harus berurusan dengan pihak lain, (penerbit atau media massa), peranan individu sangat menentukan. Di sini, Genius Menulis, memberikan tawaran yang konkret agar kita memahami posisi sebagai seorang penulis, memahami kepentingan redaksi dan bahkan memberikan peta calon pembaca yang akan memanfaatkan karya seorang penulis. Membaca satu persatu uraian dari buku ini jelas merupakan sesuatu hal yang baru.  Problem internal dan eksternal yang lekat dengan kehidupan penulis juga dijabarkan secara apik, mendasar dan detail. Saya kira buku ini bukan kategori kiat praktis menulis, melainkan lebih pada upaya kuat agar kita berani terus menjadi penulis dengan segenap risiko dan keuntungannya. Kita akan beruntung membaca buku ini. —Acep  Zamzam Noor, Penyair. Tinggal di Pesantren Cipasung Tasikmalaya.

“Menulis adalah kerja kemanusiaan yang paling konkret dalam mengubah peradaban. Tingkat kemajuan peradaban sebuah bangsa atau negara dapat dilihat dari kualitas karya-karya tulis yang dihasilkannya. Menulis juga merupakan ekspresi dari kematangan dan kedewasaan ruhani seseorang. Buku karya Faiz Manshur ini sarat dengan ide-ide cemerlang yang dapat menginspirasi seseorang untuk berani melahirkan karya tulis yang bermakna bagi kemanusiaan. Buku ini penting dibaca bagi siapa saja yang tertarik untuk mendedikasikan hidupnya bagi kemajuan peradaban manusia.” –Prof.Dr Siti Musdah Mulia M.A. DirekturIndonesian Conference on Religion and Peace.

Buku ini menarik untuk dibaca karena bukan hanya mampu membuka jendela pengetahuan di dalam diri kita ke alam yang lebih luas lagi, akan tetapi juga sanggup menggetarkan hati kita untuk berani menulis. Semua itu diurai dengan kalimat yang bernas, dan mudah ditangkap maknanya. Bila Anda ingin terjun ke dalam dunia tulis-menulis, jangan ragu membaca buku ini.Soni Farid Maulana–Penyair, Jurnalis Harian Umum Pikiran Rakyat Jawa Barat.

Aktivitas “membaca”, “mengajar” dan “menulis” merupakan pesan Al-Quran pertama dan utama sebagai aplikasi keimanan untuk merespon berbagai problem kemanusiaan yang kompleks, mengatasi kekalahan dalam kompetisi kehidupan dan meraih nilai-nilai yang bermakna bagi sesama. Menulis adalah sebuah proses dan usaha kreatif yang akan mengantarkan seseorang memiliki jiwa spriritualitas yang kuat berupa integritas (kejujuran), energi (semangat), inspirasi (penuh ide), kesabaran, dan keberanian (courageous). Hal-hal positif itu penting di tengah mewabahnya “budaya instan” yang mendorong banyak orang mengambil jalan pintas dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Buku ini, seperti penulisnya, Faiz Manshur, dengan penuh semangat ingin menularkan virus kegairahan berkreatifitas, berproses, dan membangun jati diri dengan cara menulis!. Sehingga pembusukan di segala sendi kehidupan bisa dihentikan. –KH Maman Imanulhaq, Pimpinan Ponpes al-Mizan Jatiwangi Majalengka.

Pilih mana? Jadi penulis “idealis” atau penulis “produktif”? Mungkinkan kita memilih jadi keduanya sekaligus, penulis produktif yang idealis? Menjadi kepercayaan umum bahwa penulis “idealis”, yang menulis dengan nilai-nilai yang diyakininya, yang memiliki target ideal terhadap apa yang ditulisnya, sedikit menghasilkan buku. Atau kalaupun ada, jarang jadi best seller. Sementara penulis yang rajin “berkompromi” dengan pasar dan mengikuti apa maunya pasar, dengan enteng menghasilkan berlusin-lusin buku, dan seringkali laris seperti kacang goreng. Lalu, para penulis “idealis” dengan enteng menuding para penulis jenis itu sebagai “pekerja”, para tukang yang menghasikan “kerajinan tangan.” Sementara di sisi lain, dengan bangga, mereka menepuk diri sendiri sebagai   penulis sejati, meskipun sedikit menghasilkan karya yang jarang dibaca. “Genius Penulis” mampu melihat dikotomi ini dengan cara menarik. Dan jika Anda merasa diri sebagai penulis “idealis”, bersiap-siaplah untuk “tersinggung”..:).-Fransisca Ria Susanti, Redaktur Pelaksana Harian Sinar Harapan, Jakarta , Penulis buku “Kembang-Kembang Genjer”.

Dengan membaca buku genius Faiz Manshur ini yakinlah, para profesional penulis makin bergairah untuk berkarya dengan kekayaan berbagai ‘senjata’ jiwa. Ibarat kata, tak terbatas. Faiz yang peka intuisi bisnisnya menggedor penulis untuk tidak berkacamata kuda dalam menulis hanya untuk kepuasan jiwa penulis. Tapi, yakinlah realitas hidup jasmani dan rohani dapat diseimbangkan dengan menulis genius ‘sesuai mahzab’ Faiz Manshur ini.–Drh Yonathan Rahardjo. Novelis

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s