Terburu-buru

Standar

Kebanyakan orang menulis untuk tujuan publikasi. Setiap penulis menginginkan karyanya segera terbit, entah di media cetak maupun penerbitan buku. Sejauh itulah terdapat elemen terburu-buru karyanya ingin segera beredar. Ini sesuatu yang wajar, tapi sebenarnya akan lebih baik jika tidak usah menambahkan ketergesa-gesaan. Obsesi segera terbit merupakan sesuatu penyakit instanisme di mana karya yang baru dibuat belum mengendap lama seringkali kurang menghasilkan karya yang memuaskan, baik bagi pembaca maupun penulis itu sendiri.

Sudah banyak kasus buku yang dibuat secara cepat dan instan rawan kesalahan, kekurangan dan bahkan sering terdapat kekeliruan fatal.  Bersikap tenang dan bersabarlah karena sebenarnya pembaca tidak punya keinginan terburu-buru. Kalaupun Anda adalah seorang penulis terkenal yang karyanya dinanti oleh pembaca fanatik Anda, itupun tidak bisa jadi alasan untuk harus cepat terbit, cepat edar, karena sebenarnya pembaca yang fanatik bisa jadi nanti kecewa jika karya yang Anda publikasikan itu tidak maksimal. Sabar dan saling menghargai proses kerja keredaksian merupakan sebuah kebaikan tersendiri. Jika Anda mampu sabar dan telaten; dengan terus menerus melakukan perbaikan, misalnya hingga mencapai 7 kali perbaikan pribadi, itu akan lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s