Resensi di www.rimanews.com

Standar

Cara Genius Menghasilkan Karya Tulis

Senin, 21 May 2012 02:53 WIB. Arswendo Atmowiloto pernah bilang, “menulis itu gampang.” Makna ungkapan ini tentunya tidak literal sebagai benar-benar mudah, melainkan sebagai motivasi agar kegiatan menulis tidak menjadi hantu yang menakutkan bagi pemula.

Bagi yang sudah mahir menulis, mungkin tidak sulit, tetapi bagi pemula yang sedang gandrung menulis namun sering mengalami kebuntuan atau gagal menghasilkan karya, jelas menjadi persoalan.  Sekarang, melalui buku ini, kita dapatkan sebuah prinsip baru dengan ungkapan, “terserah apakah kita mau memandang pekerjaan “menulis itu gampang” atau “sulit”. Yang terpenting kita tidak menggampangkan dan kehidupan kita tidak disulitkan gara-gara menulis.”

Berpijak pada pola pikir ini, Faiz Manshur mencoba melakukan terobosan baru dalam bidang penulisan guna menjawab dua persoalan mendasar yakni,1)problem proses kreatif menulis dan 2) problem hidup menjadi penulis. Beberapa pertanyaan yang akan dijawab melalui buku ini di antaranya, mengapa banyak orang mengalami kesulitan melahirkan karya tulis– sementara ia sudah belajar menerapkan teori-teori penulisan?  Kenapa yang sudah mahir menulis tetapi tidak produktif? Mengapa pula mereka yang sudah produktif menghasilkan karya bahkan disertai status sosial yang mentereng tetapi kemudian mendapat sebutan “penulis segudang karya, tetapi miskin penghasilan?”

Untuk mewujudkan cita-cita menjadi penulis yang katakanlah bisa puas dari sisi spiritual dan material, atau dalam bahasa popularnya, kepuasaan lahir dan batin ini, Faiz menyarankan agar kita mahir mengatasi problematika hidup baik secara internal maupun eksternal. “Genius Menulis” mengajarkan prinsip mendasar, bahwa untuk menghasilkan karya yang baik, karya besar dan juga konsistensi menulis sangat membutuhkan apa yang disebut “pedoman hidup para penulis.”

Tidak semua penulis genius, namun untuk menjadi penulis sejati dibutuhkan pola kerja dan pola hidup genius, yakni pola yang dilakukan oleh kreator-kreator besar dunia dalam bidang karya tulis. Dengan karakter seperti itu, buku ini tidak berangkat dari cara menulis, melainkan dari proses kerja profesi penulis, baik penulis besar dunia di masa lalu maupun para penulis modern yang masih hidup.

Teknis menulis, dalam buku ini tetap merupakan sesuatu yang penting, tetapi seni hidup, atau lebih tepat pola kerja cerdas tidak bisa diabaikan. Alasannya, karena “menulis bukanlah melulu kerja kerajinan (craft) yang hanya terpaku pada proses merangkai kata perkata menjadi kalimat–kemudian diarahkan menjadi sebuah naskah pendek (esai, cerpen, artikel, makalah) dan diarahkan menjadi naskah tebal (buku)–melainkan juga menyangkut kerja spiritualitas manusia dan mentalitas menjadi penulis. Di situlah makna”penerang batin” dimaksudkan untuk menyinari jalan kehidupan penulis. Prinsip hidup genius itu bersandar pada “kerja keras” dan “kerja cerdas” .

Sejauh memperhatikan isi buku ini, segudang rahasia kehidupan para penulis dibuka lebar-lebar. Letak kekurangan buku ini ialah tidak menyertakan rumus-rumus konvensional sebagaimana yang terdapat di buku-buku yang sudah terbit. Hal itu sengaja dihindari karena menurut Faiz buku-buku pedoman praktis murni sudah bisa didapat dari buku lain. Maka dengan kekurangan itu kita tidak perlu merasa kurang karena di luar sana terdapat banyak buku teknis.(Peresensi: Syarif Yahya, Pecinta Buku.Tinggal di Yogyakarta).

One thought on “Resensi di www.rimanews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s