Edit Buku Baru Remy Sylado

Standar

Jum’at malam, di rumahnya, Jl Srigadis, kami berkunjung menemui sang penulis, Yapy Tambayong (Remy Sylado). Setelah seminggu sebelumnya sudah janjian untuk serah-terima naskah yang akan diterbitkan, akhirnya kami sepakat untuk segera menerbitkan.  Judul buku yang akan kami terbitkan adalah “123 Ayat: Tentang Seni.” Muatan isinya meliputi: 123 Ayat Seni Susastra,123 Ayat Seni Musik,123 Ayat Seni Rupa,123 Ayat Seni Drama dan 123 Ayat Seni Film.

Bundel naskah kami terima. Hasil ketikan mesin “doglek” membuat saya harus mencari tukang ketik sebelum editing. Sambil menunggu selesai ngetik, tentu saya harus segera membacanya. Sebagai editing atau lebih tepatnya korektor isi, saya mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk jeli. Ini merupakan tanggungjawab saya sebagai editor.

Mengurus naskah penulis mahir sebenarnya lebih banyak enaknya karena hampir semua isi, bahasa dan susunannya sudah bagus. Remy sudah dikenal sebagai penulis yang mahir, bukan hanya mahir dalam menulis, tetapi mahir dalam menyunting, mengedit dan mendesain sebuah karya yang enak dibaca. Dan betul, seharian ini membaca poin-poin tulisan Remy Sylado sudah relatif mulus. Satu-dua terdapat salah ketik, itu lumrah.

Kalau melihat isinya, saya tidak khawatir naskah ini kurang lengkap. Karena sebagaimana disampaikan sang penulis, buku ini sudah cukup lama ditulis, cuma pelan-pelan, pakai sistem cicil. Hal yang aktual, seperti kasus Lady Gaga sudah dimasukkan. “Yang kurang,” kata saya kepada Pak Remy, “cuma kata Pengantar Penulis.”

“Memang itu perlu?” tanyanya.

“Ya. Sangat perlu, butuh pendek, sekedar menyampaikan latarbelakang penulisan, menjelaskan isi secara umum, kebutuhan publikasi dan harapan kepada pembaca setelah membaca buku ini.”

“Oke,” Jawab Remy. “Nanti aku buatkan. Minggu depan kita ketemu lagi.”

Dua jam lebih berbincang ngalor-ngidul sebagai rutinitas kami berdiskusi setiap saat beliau ke Bandung berakhir. Beberapa pesan untuk soal editing bagian dalam (terutama berkaitan dengan bahasa Arab, Inggris, Ibrani, Belanda) nanti akan dikontrol bareng, setelah teman saya, Andy Yoes, menyelesaikan lay-out.

“Hati-hati ya, itu beberapa teks istilah asing harus diperhatikan lay-outnya. Jangan sampai keliru. nanti kita cek sama-sama,” pesannya.

Sekarang naskah setelah 260 halaman tersebut sedang serius kami urus untuk diterbitkan. Prakiraan saya, tebal bukunya nanti sekitar 300-340 halaman. Sudah cukup untuk sebuah buku ilmiah yang berbobot.  Buku “123 Ayat Tentang Seni” ini identik dengan do-re-my, yang lekat dengan namanya, re-my-sy-la-do.  Sebuah karya yang serius dan digarap sebagai sebuah buku utuh, -bukan kumpulan naskah ilmu bahasa sebagaimana yang sering terbit sebelumnya.

Isinya memang luar biasa bagus. Saya katakan demikian karena beberapa hal. 1) dari sisi ilmu (terutama sejarah) cukup akurat. 2) cara penulisannya sangat popular dan efektif. Simpel sekaligus mudah dicerna dan pada poin-poinnya sangat mudah diingat. 3) Sangat cocok untuk sebagai dasar-dasar memahami masalah-masalah kesenian. Dengan membaca buku ini kita akan mendapatkan bekal analisa dan tentu akan menjadikan pikiran kita terpola untuk melihat masalah kesenian secara lebih ilmiah.

Setelah selesai membaca semuanya langkah kedua adalah memberi masukan-masukan untuk Penulis agar naskah ini lebih bagus. Indeksnya pun harus bagus supaya nanti para perujuk lebih efektif mencari muatan isi yang diminati.

Semoga bisa terbit segera dan kita semua akan mendapatkan ilmu yang berharga dari Remy Sylado.[Faiz Manshur}]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s