Resensi Buku: Ajaran Hidup Penulis

Standar

Buku panduan, tips, kiat, atau katakanlah teori menulis sudah banyak beredar. Sekalipun begitu, tetap saja setiap tahun muncul buku sejenis yang baru. Ada banyak alasan—baik dari penulis maupun penerbit- mempublikasikan jenis-jenis buku tersebut. Di antaranya ialah karena buku panduan menulis yang lama sudah usang, kurang lengkap,butuh materi baru, atau alasan lain ialah kebutuhan penerbit memiliki karya bidang tersebut.
Adapun Genius Menulis ini cukup unik karena berani mengambil sisi lain yang selama ini dibicarakan secara datar, sederhana dan tak mendalam. Sisi lain itu ialah pandangan hidup dan tatacara hidup menjadi penulis. Genius menulis kaya akan hal tersebut sehingga buku ini menjadi satu hal yang sangat penting dibaca oleh pemula (calon penulis) maupun para penulis yang belum merasa puas merah dampak positif dari profesinya sebagai penulis.(Bab 1,2 & 3)
Prinsip pertama ajaran hidup penulis ialah kesanggupan untuk belajar sepanjang hidup. Belajar di sini bukan semata memprofesikan diri menjadi kutu buku, apalagi jika hanya kutubu dari batasan ilmu pengetahuan tertentu. Faiz Manshur sangat menekankan pentingnya kesadaran agar penulis selalu mencari galian baru sebagai cara memperoleh bahan baku yang nantinya sangat berguna diolah menjadi bahan produksi penulisan.
Selain harus banyak belajar dengan membaca lintas ilmu (multidisipliner), seorang penulis wajib menyerap pengalaman hidupnya, hidup orang lain dan kehidupan semesta. Di sini pandangan hidup sebagai penulis mesti ditegaskan, bahwa ia mesti memiliki sikap sosial yang tinggi, yang tujuannya untuk memberi manfaat kepada masyarakat guna membangun peradaban.
Kedua, Genius Menulis mengajarkan pola hidup yang baik. Yang baik itu ialah menjadikan hidup sang penulis bahagia dengan kecukupan materi dan kepuasan spiritual. Oleh karena itu disarankan agar penulis tidak egois mengambil tema penulisan “yang sekedar ia sukai” melainkan juga harus berani menuliskan bidang-bidang lain yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Di sini tugas belajar hal yang baru, jenis penulisan baru dan kesanggupan mencintai tema-tema baru mesti dilakukan. Genius Menulis mengkritik sikap penulis yang kolot yang hanya mampu menulis jenis tertentu dan belajar ilmu tertantu. Fokus untuk menjadi seorang spesialis memang penting. Tetapi tidak lantas kemudian malas menggali wawasan dan keberanian menulis hal di luar kemampuan penulis.
Ada banyak hal yang luar biasa hebat dari seputar kehidupan batin penulis yang diuraikan dalam buku ini. Tetapi dua hal itu saja sudah cukup menjadi alasan agar Anda tak ragu menyimak, -meminjam istilah Remy Sylado—pagina demi pagina dalam buku ini yang telah disusun rapi dan isinya berkualitas melampui buku-buku panduan menulis kebanyakan. Kesuksesan minimal menjadi penulis ialah jika karya dipublikasikan (baik melalui media massa atau –lebih-lebih-menjadi buku). Genius Menulis mengajarkan hal itu dengan memperlihatkan kepada penulis agar memahami sisi dunia keredaksian (mediamassa dan penerbitan).
Tak berhenti di situ, Genius Menulis juga mengajarkan agar kita bisa memperoleh penghasilan yang mencukupi hidup, bahkan menjadi kaya. Agar apa yang dilakukan oleh para penulis bisa memperoleh kepuasan materi dan ruhani secara seimbang dan hidup lebih baik.
Genius Menulis berusaha menjauhkan nasib penulis yang biasanya kaya kepuasan spiritual tetapi hidupnya terlunta-lunta karena sepi harta. Dengan demikian, ajaran dalam buku ini sangat baik untuk mengatasi problematika hidup penulis.[M Syarif. Pecinta buku tinggal di Yogyakarta]
Judul: Genius Menulis: Penerang Batin Para Penulis/Pengarang: Faiz Manshur. Apresiator: Remy Sylado; Penerbit: Nuansa Cendekia 2012/

One thought on “Resensi Buku: Ajaran Hidup Penulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s