Ijtihad Isme Sang Munsyi

Standar

GambarKamus Isme-Isme/Penulis: Yapi Tambayong/Remy Sylado/Tebal: 368 halaman/Penerbit: Nuansa Cendekia/Juli 2013/Harga: Rp 68.000.

“Kamus Isme”, “Kamus Istilah Isme”, “Isme-Isme”.  Membaca istilah-istilah tersebut, tentu kita mudah membaca arahnya, yakni sebuah judul buku yang berisi tentang beragam istilah isme.

Begitu pula pada “Kamus Isme-Isme” Karya Yapi Tambayong yang baru terbit bulan Juli 2013 ini. Harus diakui bahwa buku sejenis ini memang sudah ada, tetapi tak bisa ditampik itu sesuatu yang boleh dibilang langka di Indonesia.

Buku berjudul “Isme-Isme dalam Etika dari A sampai Z” terbitan Kanisius yang ditulis A. Mangunhardjana, misalnya, sudah terbit pada tahun 1997. Dan setelah itu belum lagi ada buku khusus tentang Isme. Semoga saya keliru. Tapi kalaupun benar keliru, hal itu tidak mengurangi penilaian kita, bahwa amat langka kita mendapatkan kamus isme.

Di luar urusan sedikit-banyak jenis buku isme, sebenarnya sungguh penting hadir buku seperti ini. Bukan semata mengisi kekurangan khazanah isme, melainkan yang lebih berguna lagi ialah kehendak terobosan yang dilakukan Sang Munsyi Indonesia. Remy Sylado dengan nama aslinya, Yapi Tambayong menawarkan banyak hal baru dalam peristilahan isme, baik isme dalam arti ajaran/ideologi/paham, maupun isme dalam konteks terminologi.

Menjelang terbit buku ini, Remy Sylado bertanya kepada saya, “ini judulnya mau Kamus Isme saja atau Kamus Isme-Isme?. Soalnya saya tidak hanya menulis isme dalam artian ajaran saja, tapi juga memasukkan isme dalam pengertian terminologi. Jadi gimana menurutmu?”

Saya jawab, “kalau sekadar dari kepentingan enak dirasa, tentu sebutan “Kamus Isme” itu lebih pas. Tapi kalau menimbang maksud dari isi buku (yaitu membicarakan isme dalam dua arah) maka tidak usah ragu kita beri judul “Kamus Isme-Isme”.

Pembicaraan selesai, dan kita pun sepakat menjuduli “Kamus Isme-Isme”. Dari kronologi ini hendak menjelaskan bahwa isme-isme yang selama ini hanya masuk dalam wilayah terminologi, oleh Remy Sylado diberikan tempat secara layak dan membaur dengan isme-isme yang sudah punya nama sebelumnya. Itulah mengapa kemudian dalam buku ini istilah isme lebih banyak ketimbang dari yang kita kenal.

Kedua, Remy ini tidak sekadar menyusun ulang dari istilah yang sudah ada, melainkan juga memuat pembaruan atau ijtihad yang lumayan bagus.

Kalau biasanya kamus itu dibuat “oleh penyusun” atau “oleh pengumpul” ketimbang “oleh penulis”,  maka pada kamus ini, Remy tidak semata bekerja sebagai penyusun atau pengumpul, melainkan benar-benar bekerja sebagai jurnalis, peneliti dan bertindak lazimnya ilmuwan.

Hal ini dibuktikan oleh kerja keras sang penulis melalui metode riset yang mendalam, penafsiran yang akurat dan simpel, tidak menimbulkan reduksi pemaknaan, dan yang terpenting lagi memudahkan para pembaca awam untuk cepat memahami setiap isme.

Kreativitas lain dibuktikan oleh keberanian Remy memasukkan isme-isme baru, seperti Wahidisme, untuk menyebut penganut pemikuran Abdurrahman Wahid. Juga isme-isme dalam ranah terminologi seperti modarisme, bondonisme, abesisme, bandungsentrisme, bapakisme dan lain sebagainya.

Nampak jelas bahwa Remy sangat mementingkan tujuan penyusunan kamus ini sebagai cara memudahkan kita semua untuk menjelaskan hal yang sulit menjadi lebih mudah. Ini sangat berguna bagi kita karena selama ini untuk menjawab pertanyaan isme secara deskriptif dan singkat tidak mudah.

Semoga, bisa diterima apa adanya dan mampu memberikan kemudahan untuk sebuah penyerapan pengetahuan. Pas dibaca oleh para guru, dosen, dan sangat bermanfaat untuk rujukan para penulis. -[Faiz Manshur]

 

One thought on “Ijtihad Isme Sang Munsyi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s