Menghitung Populasi, Menemukan Kualitas Hidup

Standar

Menghitung populasi hidup teman-teman untuk mendapatkan cermin kualitas hidup kita.

Pada jam 3:15 saya terbangun dari tidur. Mungkin karena sebelum tidur terkondisikan berpikir tentang “keberlangsungan hidup spesies” pada saat saya bangun tidur itu, kemudian menemukan rumus kecil-kecilan untuk perhitungan evolusi manusia dari lingkungan terbatas (pertemanan lama).

Rumus itu terinspirasi oleh Darwin dalam menghitung kuantitas hidup populasi yang saya arahkan hasilnya nanti kita mengetahui sejauh mana kualitas hidup teman-teman lama kita di Sekolah Dasar.

Dengan survey kecil-kecilan ini, kita akan mampu merenungkan hidup baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi sosial, termasuk mendapatkan cermin kualitas hidup kita di masa sekarang:

Singkat kata mari gunakan rumus ini untuk menghitung spesies dari diri kita sendiri. Setelah benar-benar akurat menghitung pasti kita akan menemukan sesuatu yang spektakuler dari kehidupan kita.

  • Berapa jumlah teman siswa SD kita dahulu?
  • Berapa jumlah teman perempuan dan laki-laki?
  • Berapa jumlah teman yang hidup dan berapa yang mati?
  • Berapa yang cacat hidup? (Gila, atau sakit parah)
  • Profesinya apa saja dari teman-teman itu? (petani, pedagang, nelayan, ibu rumah tangga, PNS, karyawan biasa, kuli rendahan, dst).
  • Berapa orang yang paling berpenghasilan baik dan berapa orang yang hidupnya terpuruk dalam lubang kemiskinan?

Praktik

Setelah saya menyusun pertanyaan-pertanyaan di atas, saya pun mencoba menjawabnya dengan menghubungi banyak teman untuk melakukan survey teman lama. Tak disangka sulitnya minta ampun karena harus mendapat ke sekolahan, dan juga harus rajin menghubungi teman lama. Setelah lewat 6 bulan, barulah catatan saya menyebutkan begini:

  • Berapa jumlah teman siswa SD (atau SMP/SMA) kita dahulu?

Total: 37 orang.

  • (Tahun 2013 ini usianya adalah 36-38 tahun).

Berapa jumlah teman perempuan dan laki-laki? (catatan: kami lulus SD tahun 1989)

-Laki-laki: 19 orang

-Perempuan: 18 orang.

  • Berapa jumlah teman yang hidup dan berapa yang mati?

-Meninggal 3 orang (1 laki-laki 2 perempuan).

  • Berapa yang cacat hidup? (Gila, atau sakit parah).

-1 orang gila kambuhan.

  • Profesinya apa saja dari teman-teman itu? (petani, pedagang, nelayan, ibu rumah tangga, PNS, karyawan biasa, kuli rendahan, dst).

-Petani (laki-laki semua): 10 orang.

-Pedagang pasar: 3 orang.

-Karyawan PNS: 1 orang.

-Karyawan swasta: 1 orang.

-Karyawan biasa: 2 orang.

-Ibu rumah tangga: 15.

-Wirausahawan 2 orang.

  • Berapa orang yang paling berpenghasilan baik dan berapa orang yang hidupnya terpuruk dalam lubang kemiskinan?

-1 orang berpenghasilan di atas 10 jt (perbulan)

-1 orang berpenghasilan di atas 4 jt (perbulan)

-5 orang berpenghasilan rata-rata 2jt (perbulan)

-20 orang hidup berpenghasilan antara Rp 1- 1,5jt

-6 orang hidup di bawah penghasilan Rp 700ribu (miskin)

-1 orang gila/cacat (tanpa penghasilan)

Kalau sudah berhasil, sekarang kita lihat diri kita. Apakah kita termasuk orang yang hidup cukup, kurang, atau memiliki kelebihan di banding teman yang seangkatan dari sekolah dasar itu?

Dengan cukup menghitung populasi seperti ini, sebenarnya kita sedang memasuki ruang kebijaksanaan hidup yang baik untuk sebuah tindakan.

Darwin tidak mengajarkan hal ini, tapi dari metode penghitungan populasi spesies yang pernah ia lakukan saat melakukan penelitian—lalu saya gunakan untuk menghitung teman SD, kita bisa tercengang untuk melihat siapa diri kita dan bagaimana sebenarnya alur hidup spesies manusia dari diri kita sendiri.

Tidak usah melihat pergerakan populasi dari hidup spesies yang lain. Ayo langsung saja kita lihat diri kita yang hidup berkembang digerakkan oleh masa lalu. [Faiz Manshur]

One thought on “Menghitung Populasi, Menemukan Kualitas Hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s