Catatan Oktober 2014

Standar

template webs copy (2)Hari-hari di bulan Oktober ini saya sedang berpikir serius untuk menyatukan tiga komponen penting untuk keperluan menghidupkan aktivitas jangka panjang yang mampu menjadi tumpuan puluhan orang. Tiga komponen tersebut adalah 1) Sumber Daya Manusia dalam sebuah perusahaan (yaitu Penerbitan Buku Nuansa Cendekia), tempat saya beraktivitas. 2) Terobosan bisnis. 3) Gerakan komunitas.

Tiga hal ini menjadi perhatian saya karena saya mengharapkan tiga hal juga. Pertama harapan akan munculnya kekuatan swasta yang hidup secara mandiri dalam sebuah perusahaan; hidup secara sehat dengan pemenuhan hak-hak dari perusahaan kepada setiap karyawan sesuai kebutuhan dan juga pengabdian masing-masing, serta merta menjadikan setiap karyawan bertanggungjawab melakukan pekerjaan dengan semangat berkarya secara baik.

Harapan kedua adalah munculnya kekuatan perusahaan sebagai pilar aktivitas, bukan hanya bisnis, melainkan sebagai kekuatan sosial yang secara aktif mampu member
ikan kontribusi kepada masyarakat luas. Karena basis kami adalah penerbitan, tentu kontribusi yang kami maksud adalah 1) Pemikiran dengan publikasi karya. 2) Produk-produk inovatif dan kreatif dari para penulis. 3) menjadikan penerbit Nuansa Cendekia Grup sebagai wahana kreativitas para penulis, peneliti, seniman, politisi dan lain sebagainya dalam sebuah jaringan perbukuan. 3) Menjadikan penerbitan ini bukan semata aktif karena alasan kegiatan bisnis murni, melainkan juga aktif pada wilayah kegiatan sosial, atau lebih tepatnya gerakan sosial melibatkan banyak pihak.

Dengan sepenuh harapan, maka tahap-tahap tersebut akan kami jalankan dengan secara serius, serta melibatkan banyak masukan dari perbagai pihak. Tahapan pertama adalah memastikan kekuatan sumberdaya manusia, terutama karyawan agar memahami arah gerak perusahaan dengan tiga komponen di atas. Seluruh karyawan Nuansa Cendekia mesti terlibat aktif untuk membaca, berdiskusi, dan mampu menunjukkan dirinya sebagai orang-orang yang memiliki semangat untuk perubahan, mencintai ilmu dan selalu melakukan pembaruan pemikiran. Selain itu, pola kerja juga harus terus berubah selaras dengan kebutuhan untuk mencapai kemajuan. Ini adalah hal-hal yang mungkin disebut kecil, tetapi sangat penting bagi setiap individu, seorang anak manusia. Sebagai pimpinan, perlu mengupayakan agar setiap SDM itu bekerja tidak sekadar mendapatkan upah, melainkan juga mendapatkan ilmu pengetahuan, pengalaman yang bagus, dan kemudian kita bisa berharap kelak menjadi manusia dengan kompetensi SDM yang unggul.

Tahap selanjutnya adalah memproses jaringan kerja penerbitan baik untuk urusan bisnis maupun urusan publikasi lebih luas. Setelah saya petakan, kerjasama yang selama ini telah berjalan cukup meluas, tetapi harus lebih diefektifkan, terutama dalam komunikasi dan aktivitas. Ada kerjasama bisnis, ada pula kerjasama berjejaring di media massa, ada juga kerjasama urusan penulisan, pelatihan dan lain sebagainya.

Tahap selanjutnya adalah memastikan bahwa kerja perusahaan itu selalu untung. Sekalipun dalam dunia bisnis untung-rugi merupakan sunnatullah, tetapi upaya kami adalah bahwa bisnis harus menguntungkan; bukan saja menguntungkan perusahaan kami, tapi juga menguntungkan relasi, bahkan harus menguntungkan para konsumen. …

Tulisan selanjutnya, menyusul>>>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s