Keberangkatan Civic-Islam Indonesia

Standar

civic Islam KAAMemasuki Civic-Islam-Indonesia

Civic Islam. Cara memahami secara mudahnya sebagai kewargaan Islam. Civic Islam dalam pengertian seperti itu tentu saja sebatas pengertian harafiah. Sebagaimana pernah saya tuliskan dalam tulisan berjudul “Memahami Civic Islam” di http://civicislam.blogspot.com/2015/03/mengenal-civic-islam-indonesia.html, penjelasannya Civic Islam bisa dirunut dari akar kata civic, dan kemudian terkait dengan Islam, termasuk terhubung dengan civic-virtue. Kemudian dalam pengertian lebih jauh tentang Civic Islam, dalam ruang lingkup ilmu pengetahuan, dengan merujuk sumber aslinya, http://civicislam.blogspot.com, Civic Islam mesti dipahami sebagai sebuah gagasan pentingnya peran aktif kewargaan (civic) dalam ruang-publik meliputi politik, ekonomi, sosial, budaya dan seterusnya. Mengingat civic Islam sangat lekat dengan kajian pemikiran/ilmu pengetahuan, maka yang paling menjadi konsentrasi pergerakannya pada bidang pendidikan (civic education). Rujukan pemikiran Civic Islam dari situs resminya http://civicislam.blogspot.com, Civic Islam merupakan sebuah konsepsi paradigma keilmuan/pemikiran. Paradigma civic-Islam itu lahir dari situasi zaman di masa kini untuk menjawab persoalan masa kini di Indonesia.

Di situs http://civicislam.blogspot.com itu juga dinyatakan, selain bangsa Indonesia sedang mengalami banyak problem dan umat Islam sebagai mayoritas warga (civic) memiliki tanggungjawab sosial-kemanusiaan, umat Islam harus pula mampu membuktikan agama Islam sebagai rahmatan lil a’alamin, sebuah agama yang mestinya memberi kontribusi bagi kebaikan (rahmat) secara umum, menjadi solusi (bukan menjadi problem), dan umat Islam bisa aktif memerankan Islam sebagai agama yang peduli kemanusiaan dalam arus modernisasi. Karena itu, kalau kita pahami civic Islam dari akarnya, konsepsi civic Islam merupakan gagasan baru. Akarnya berangkat dari kegagalan-kegagalan Islam-politik formal. Islam-politik formal adalah Islam formal di negara, seperti partai-partai Islam yang secara nyata telah terbukti mengalami kegagalan untuk kemudian menjadikan Islam  (melalui perspektif civic Islam ini) sebagai solusi kebangsaan/kenegaraan. Sebab, Islam-politik formal itu justru sudah menjadi masalah yang akut. Bukannya menyelesaikan masalah seperti korupsi tetapi justru menjadi partai yang terlibat korupsi.

Masih merujuk pada sumber resmi http://civicislam.blogspot.com, selain kegagalan partai-partai Islam itu, gerakan-gerakan Islam di Indonesia juga sedang mengalami alienasi politik. Jika alienasi politik di masa Orde Baru menyebabkan Islam-politik bersekutu dengan otoritarianisme dan muncul menjadi “Islam-rezimis,” maka kekuatan Islam-politik formal sekarang ini—mewarisi tradisi itu—juga bersekutu dengan rezim oligarki. Hampir semua partai (berbasis kelompok) Muslim menjadi bagian dari sistem politik elitis-oligarkis. Bahkan yang cukup memprihatikan, Islam-politik informal bergerak tanpa arah, terpecah-pecah, dan tetap dalam situasi termarginalkan. Masih merujuk pada http://civicislam.blogspot, secara umum, ada tiga kecenderungannya: (i) mengalami konservatisasi [menjadi pasif secara sosial, mengalami privatisasi-eskapis], (ii) bergerak menjadi bagian dari radikalisasi global [menjadi sangat aktif secara politik, menjadi bagian dari wacana Islam fundamentalis transnasional], atau (iii) menjadi bagian dari status-quo (Islam liberal, misalnya, terjebak menjadi pendukung sistem politik liberal dan sistem ekonomi neoliberal).

Nah di sinilah, menurut http://civicislam.blogspot.com dijelaskan, civic-Islam  akan menjadi alternatif ke-(iv) untuk keluar dari kebuntuan yang dialami oleh kekuatan Islam-politik formal maupun ketiga arus Islam-informal seperti dijelaskan di atas. Salah satu peranan strategis gerakan baru ini adalah memperkuat citizenship, yaitu elemen paling penting untuk lahirnya demokrasi partisipatoris. Demikian penjelasan yang paling dasar tentang civic-Islam Indonesia. Untuk lebih lengkap dan gamblang bisa dibaca dari http://civicislam.blogspot.com. Mari kita pahami civicislam sebagai khazanah baru, sebagai cara pandang baru. Moga-moga dengan pemikiran ini kita mendapatkan edukasi (civic education) yang baik dan bisa mensukseskan republik Indonesia.[Faiz Manshur]

One thought on “Keberangkatan Civic-Islam Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s