Paradigma Civic Islam Indonesia:

Standar

Slide5MEMAHAMI DASAR CIVIC-ISLAM:
Imajinasi umat Islam terkonsentrasi pada idealitas upaya membangun keluarga. Slogannya idealitasnya adalah keluarga sakinah. Imajinasi ke-2 adalah daulah/negara. Memang tidak semua politisi muslim mengidamkan daulah Islamiah, melainkan bisa juga memilih jalan republik. Tapi yang jelas, dua imajinasi inilah yang bersemayam dalam otak (bahkan berada dalam bawah sadar para politisi muslim). Tidak ada yang salah dalam hal ini. Namun, ada yang kurang karena untuk kesuksesan bernegara, berbangsa dan berdemokrasi, selalu membutuhkan masyarakat sipil yang kokoh, yakni komponen partisipasi, emansipasi dan deliberasi (Ingat, demokrasi bukan sekadar urusan dicoblos dan mencoblos).
Kelemahan mendasarnya, umat Islam tidak punya imajinasi (akan idealitas masyarakat sipil). Untuk perwujudkan hidup berbangsa dan bernegara secara baik syarat (imajinasi masyarakat sipil (civic society) ini mesti dimiliki. Selama ini urusan masyarakat sipil atau kewargaan dilompati, bahkan hanya untuk batu loncatan perjuangan urusan keluarga>>menginjak-injak warga melalui organ-organ masyarakat sipil wujudnya adalah ormas>>untuk batu lompatan ke jenjang kekuasaan. Dengan kata lain, yang diperjuangkan politisi muslim– untuk meraih kemakmuran maupun kesejahteraan–hanya berbalik untuk keluarganya. Banyak politisi muslim yang keluarganya makmur, tetapi kehidupan warganya tersungkur. []

#paradigmacivicislam #civicislam #imajinasiumat #civilsociety

One thought on “Paradigma Civic Islam Indonesia:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s